• Telp: (0271) 669376
  • s1ilmulingkungan@mipa.uns.ac.id

Category ArchiveBerita Terbaru

Daftar Pembimbing Skripsi Semester Genap TA Februari – Juli 2022

Daftar Pembimbing Skripsi Semester Genap TA Februari – Juli 2022 bisa di download di sini

 

Tutorial Teknik Analisis Data dan Softwarenya

Daftar link Youtube Tutorial Software untuk pengolahan data penelitian, baik Artikel Jurnal, Skripsi, Tesis maupun Disertasi.

  1. Tutorial Mendeley untuk Sitasi & Referensi pembuatan Artikel Ilmiah, Skripsi, Tesis & Disertasi

 

  1. Tutorial Pembuatan Kuisioner di Google Form untuk penelitian Skripsi, Tesis & Disertasi.

 

  1. Tutorial Uji Validitas, Uji Reliabilitas & Uji Regresi dengan SPSS

 

  1. Uji Asumsi Klasik dan Uji Hipotesis dengan SPSS

 

  1. Tutorial Eviews untuk Analisis Regresi Berganda & Cara Membaca Hasilnya

 

  1. Tutorial Eviews Cara Mengatasi Masalah Asumsi Klasik & Pemilihan Model Terbaik

 

  1. Tutorial Cara Download & Install Software Smart PLS 3

 

  1. Tutorial Install Software SPSS 25 & Software Amos 24

 

  1. Webinar NVivo Pengolahan Data Hasil Voice Typing Rekaman Wawancara

 

  1. Webinar Mendeley dan teknik pencarian artikel jurnal pendukung untuk penelitian

 

  1. Webinar Pembuatan Kuisioner dan di Google Form dan Pengolahan Datanya dengan NVivo 12 Plus

 

  1. Tutotial Uji CFA dan Uji SEM dengan Software Lisrel

 

  1. Tutorial Uji CFA dan Uji SEM dengan Software Amos (Webinar)

 

  1. Tutorial Menggambar Model dan Uji SEM dengan Software Amos

 

  1. Tutorial Uji Validitas, Uji Reliabilitas & Uji Hipotesis Intervening dengan Smart PLS

 

  1. Tutorial Uji Validitas, Uji Reliabilitas & Uji Hipotesis Moderating dengan Smart PLS

 

  1. Tutorial Analisis Faktor dengan menggunakan Smart PLS

 

  1. Webinar NVivo 12 Plus, Mencari Research Idea, Research Gap, Novelty, Sentiment Positif & Negatif (Summary dari 6 Jam)

 

  1. Webinar Penyusunan Kurikulum Merdeka Belajar (Detail & Lengkap)

 

  1. Tutorial Smart PLS untuk Model Intervening & Moderating (Webinar)

 

  1. Tutorial membedakan variabel Moderating dengan Intervening dalam sebuah model penelitian.

 

  1. Dokumen kegiatan NV Consultant tahun 2019 dan Review 9 software paling diminati.

 

  1. Workshop Smart PLS Bagian 1: Mempersiapkan Data di EXcel dan Cara Pengolahannya.

 

  1. Workshop Smart PLS Bagian 2: Pengolahan Data & Interpretasi Hasilnya

 

  1. Tutorial Mencari Research Gap dengan NVivo 12 Plus

 

  1. Tutorial Mencari Novelty dengan NVivo 12 Plus

 

PENGUMUMAN PENILAIAN KULIAH MAGANG TAHUN AJARAN 2021/2022

Keputusan nilai KM dilakukan melalui Penilaian Kuliah Magang (KM) yang wajib dihadiri mahasiswa lain yang menempuh KM.  Prosedur untuk mengikuti ujian adalah sebagai berikut:

  1. Pendaftaran Ujian (online 24 Desember 2021 – 28 Desember 2021).
    Mahasiswa yang telah mendapatkan persetujuan pembimbing untuk mengikuti ujian, mengirimkan Form 3 beserta kelengkapannya melalui link berikut: FORM PENILAIAN MAGANG paling lambat 28 Desember 2021 pukul 13.00 WIB).
  2. Pengumuman Jadwal Ujian dilihat di https://il.mipa.uns.ac.id (mulai 28 Desember 2021).
  3. Ujian direncanakan untuk dilaksanakan 29 Desember 2021 – 5 Januari 2022.

UNS MEMBERIKAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK MASYARAKAT RANDUSARI

Surakarta, 1 November 2021

Universitas Sebelas Maret melalui Grup Riset Ekologi menyelenggarakan focus group discussion (FGD) secara hybrid (luring dan daring) bagi masyarakat RW 30 M

ojosongo pada Minggu 31 Oktober 2021. Pelaksanaan FGD tersebut merupakan bagian kegiatan pengabdian masyarakat untuk peningkatan pengelolaan lingkungan setempat. Pelaksanaan FGD disambut antusias oleh masyarakat setempat terutama komunitas milenial.

Pada FGD disampaikan materi pengelolaan sampah berbasis partisipatif dan ekonomi sirkular oleh Prof Dr Sunarto, M.S dan Widhi Himawan, S.Si., M.Si. Konsep ekonomi sirkular ditekankan melalui pelatihan pengelolaan sampah menjadi produk pupuk organik yang akan dipasarkan dengan sistem digital. Melalui pendekatan partisipatif berbasis ekonomi sirkular diharapkan masyarakat dapat memetik keuntungan ekonomi dari pengelolaan sampah domestik.

Program pengabdian masyarakat Grup Riset Ekologi sebelumnya telah menginstalasi teknologi tepat guna bagi masyarakat Randusari RW 30 Mojosongo, Jebres. Teknologi tersebut berwujud instrumen rakitan untuk pemanenan air hujan (PAH) yang tersambung dengan taman dan instalasi komposter sampah. Prof Dr Sunarto, M.S selaku Ketua Grup Riset Ekologi menyampaikan bahwa pemberian teknologi tersebut diharapkan mampu berkontribusi pada nilai tambah lingkungan yang dapat dinikmati masyarakat Randusari.

Ketua RW30 Randusari Heri Karianto menyampaikan harapan untuk keberlanjutan kegiatan di masa depan. Disampaikan pula bahwa tantangan yang dihadapi terkait pengelolaan sampah saat ini adalah pemasaran produk. Harapannya kehadiran akademisi akan membantu memecahkan masalah pemasaran produk olahan. Masih terkait dengan kegiatan pengabdian tersebut, secara simbolis Tim Grup Riset Ekologi UNS juga menyerahkan bantuan berupa tong sampah dan tas belanja ramah lingkungan untuk mengurangi penggunaan plastik.

Prodi Ilmu Lingkungan Melakukan Pelatihan Kepenulisan

Hola Environmentalist !

Dalam rangka meningkatkan kualitas mahasiswa dan menciptakan mahasiswa yang bebas Plagiarisme, Prodi S-1 Ilmu Lingkungan kembali menggelar pelatihan kepenulisan dengan Tema “WORKSHOP TURNITIN 2021”. Kegiatan Workshop tersebut mengusung topik “Menuju Ilmu Lingkungan Tanpa Plagiarisme” yang sekaligus menjadi tujuan diadakanya acara ini. Workshop pengembangan diri ini diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Lingkungan (HIMAPSILI UNS) bagian Sub Divisi Minat dan Bakat Akademik (Kabinet Gelora Makna) bersama dengan jajaran Dosen Ilmu Lingkungan. Kegiatan workshop turnitin tersebut diadakan pada hari Sabtu, 10 Juli 2021 dalam bentuk seminar online atau daring yang dihadiri oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Lingkungan dari berbagai angkatan serta mahasiswa dari program studi lain yang turut menghadiri workshop tersebut. Pembicara yang mengisi workshop tersebut ialah Bpk. Hasfi Hawali A.M., S.T., M. Ling. selaku Dosen S-1 Ilmu Lingkungan yang telah berpengalaman dalam hal publikasi dan telah berulang kali mempresentasikan paper baik pada taraf nasional hingga internasional. Tak terlewat, jalanya workshop dapat berjalan dengan lancar dikarenakan dipandu dengan baik oleh Moderator dan Main Ceremony dari mahasiswa S-1 Ilmu Lingkungan yang tidak kalah keren, yaitu rekan Dinda Putri dan rekan Timothy Jeffry.

Materi yang dipaparkan oleh Pembicara berisi mengenai seluk beluk dalam plagiarisme dan praktik dalam menggunakan turnitin. Bahkan dalam workshop ini, seluruh mahasiswa Ilmu Lingkungan diberikan akses sebagai user “Student” pada turnitin sebagai alat peninjau plagiarisme dalam karya kepenulisan mahasiswa. Diharapkan dengan diberikannya akses tersebut dapat meningkatkan aktivitas publikasi oleh mahasiswa Ilmu Lingkungan tanpa terbebani keresahan plagiasi dan revisi tentunya. Adapun sub materi yang dipaparkan pembicara antara lain :

  1. Manfaat menulis artikel ilmiah
  2. Pengertian plagiarisme
  3. Macam tindakan plagiarisme
  4. Tips Menghindari Plagiarisme
  5. Aplikasi Turnitan
  6. Turorial mendaftar sebagai User Turnitin dan menggunakan turnitin secara langsung.

Berikut merupakan ringkasan yang mimin tulis berdasarkan pemaparan Pembicara :

  1. Apa itu Plagiat?

Plagiat adalah perbuatan secara sengaja atau tidak snegaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan/atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai (Dikti, 2012) – Dikutip pada Presentasi Workshop Turnitin 2021.

  1. Macam Tindakan Plagiarisme
  • Plagiarisme Total : Menjiplak sepenuhnya dan mengakui hasil sebagai karya pribadi.
  • Plagiarisme Parsial : Hasil harya sebagian diperoleh/diambil dari hasil menjiplak karya orang lain tanpa menulis sumbernya.
  • Auto-Plagiasi : Menjiplak atau mengutip karya pribadi/sendiri yang sebelumnya telah dipublikasi pada karya yang sedang dibuat tanpa menulis sumber karya tersebut (meskipun karya tersebut ditulis pribadi).
  • Plagiarisme Antarbahasa : Menjiplak atau mengutip dengan cara menerjemahkan karya tulis berbahasa asing ke dalam Bahasa Indonesia tanpa menulis sumbernya.

Tips menghindari plagiarisme

  • Mengutip : Menulis ulang tulisan baik secara ringkas maupun sama persis namun dengan mencantumkan sumber yang disitasi.
  • Memparafrasa : Membahasakan kembali karya tulis orang lain dengan susunan yang berbeda tanpa mengubah maknanya.
  • Meringkas : Menulis ulang poin penting karya orang lain secara ringkas.

Aplikasi Turnitin

Turnitin merupakan suatu aplikasi berbasis Web, yang digunakan untuk mengecek seberapa tingkat kesamaan teks, yang dibandingkan dengan teks yang ada di repository turnitin itu sendiri, serta teks yang sudah dipublish di internet secara umum. Aplikasi turnitin dapat diakses pada https://www.turnitin.com/

Setelah mengikuti workshop tersebut, ilmu yang dapat peserta dapatkan sangatlah bermanfaat, khususnya untuk mahasiswa yang bergerilya dalam mengikuti event-event maupun lomba kepenulisan. Terlebih tips yang diberikan untuk menghindari plagiasi serta pemberian akses turnitin pada seluruh mahasiswa merupakan hal yang paling menguntungkan bagi seluruh mahasiswa Ilmu Lingkungan. Selain itu, diberikan juga tips tambahan dalam menyempurnakan artikel kepenulisan dengan menggunakan software Mendeley yang merupakan perangkat lunak untuk mengintegrasikan “citation & reference manager”, sehingga karya tulis yang diciptakan oleh mahasiswa dapat bernilai lebih baik daripada sebelumnya.

Pada sesi tanya jawab, mahasiswa sangat antusias dengan beragam pertanyaan seputar penggunaan Turnitin serta pertanyaan seputar publikasi. Beragam pertanyaan tersebut dijawab dengan baik oleh ialah Bpk. Hasfi Hawali A.M., S.T., M. Ling yang setiap jawabnya selalu dibubuhi tips dan triks dalam penyelesaianya. Menurut mimin sebagai peserta Workshop, kegiatan seperti ini sangatlah bermanfaat dan wajib untuk seluruh mahasiswa ikuti. Karena isi dari workshop seperti ini jarang disampaikan kepada mahasiswa pada umumnya, baik mahasiswa baru maupun mahasiswa tua. Sehingga saat dihadapkan dengan menulis karya ilmiah, baik menulis artikel jurnal maupun tugas akhir mereka akan cenderung kebingungan dan kesulitan dalam melakukan revisi.

Nantikan terus kegiatan pengembangan diri yang diadakan oleh prodi Ilmu Lingkungan, karena setiap seminar yang diadakan selalu memberikan pengetahuan dan wawasan baru bagi masyarakat umum, khususnya bagi mahasiswa. Semoga bermanfaat 🙂

Akbar Maulana

Ilmu Lingkungan Gelar kegiatan Pelatihan Penulisan Jurnal Ilmiah

Halo sobat Environmentalist !

Terus meningkatkan kualitas diri demi terciptanya sumber daya yang lebih baik merupakan salah satu tujuan dari pengembangan diri. Dalam usaha mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Prodi S-1 Ilmu Lingkungan Universitas Sebelas Maret kembali melaksanakan kegiatan pengembangan diri khususnya dalam hal kepenulisan. Kegiatan pengembangan diri ini diinisiasi oleh jajaran Dosen Ilmu Lingkungan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan, pemahaman, serta kualitas dalam menyajikan sebuah karya tulis ilmiah pada lingkungan prodi, khususnya bagi mahasiswa Ilmu Lingkungan. Kegiatan pengembangan diri ini disajikan dalam bentuk seminar online atau yang biasa kita sebut dengan ‘Webinar’ pada hari Sabtu, 26 Juni 2021 dengan topik “Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah dan Pengelolaan Jurnal Ilmiah”. Narasumber yang dihadirkan pada seminar  tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Budiyono, M.Si. selaku Dekan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro serta Dr. Prabang Setyono, S.Si., M.Si selaku Kepala Program Studi S-1 Ilmu Lingkungan sebagai moderator pada jalannya diskusi dan pemaparan pada seminar tersebut. Tak terlewat Master of Ceremony pada kegiatan seminar tersebut, yaitu Ibu Lia Kusumaningrum S.Hut., M.Sc. selaku staff pengajar yang istimewa pada Prodi S-1 Ilmu Lingkungan. Antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan tersebut sangatlah tinggi, dibuktikan dengan peserta webinar yang berasal dari berbagai kalangan dan jurusan, baik dari rumpun S-1 hingga S-2.

Materi yang dipaparkan oleh Prof. Dr. Budiyono berisi mengenai seluk beluk dalam kepenulisan artikel ilmiah, bahkan hal yang mendasar tak luput dari pemaparan beliau. Materi yang paparkan saat seminar antara lain :

  1. Motivasi Menulis
  2. Paradigma Menulis
  3. Penulisan artikel ilmiah yang baik dan berkualitas
  4. Pemaparan struktur ilmiah
  5. Pemaparan mengenai dasar Manajemen Jurnal Ilmiah hingga penerbitan Jurnal Ilmiah
  6. Tips dan Trik dalam kepenulisan dan publikasi.

Ilmu yang dapat dipetik setelah mengikuti seminar tersebut sangatlah banyak, khususnya dalam kepenulisan dan publikasi artikel ilmiah. Para peserta sendiri menjadi mengetahui dan tertarik pada penggunaan software Mendeley yang dipaparkan oleh Prof. Dr. Budiyono dalam mempermudah dan penyempurnaan sebuah karya tulis ilmiah. Mendeley sendiri merupakan sebuah perangkat lunak yang diciptakan dalam upaya untuk mengintegrasikan “citation & reference manager” ke dalam sebuah jejaring sosial. Kegunaan software ini secara sederhananya digunakan sebagai alat untuk menghindari plagiasi pada sitasi dan daftar pustakan saat menulis karya tulis ilmiah.

Dengan penambahan wawasan mengenai Mendeley, pengetahuan yang dapat kita terapkan pada saat kepenulisan menjadi semakin efektif dan kompleks. Tak luput dari itu, sesi tanya-jawab yang pandu oleh Dr. Prabang Setyono, S.Si., M.Si, yang merupakan sesi yang dinanti-nantikan pada jalanya seminar. Pada sesi tanya jawab, peserta webinar menanyakan beranekaragam pertanyaan, dari topik publikasi pada SINTA, publikasi litelatur review, software kepenulisan, hingga topik mengenai penerbit predator. Beragam jawaban tersebut dijawab dengan baik dan selalu dibubuhi tips dan triks dalam penyelesaianya. Sehingga peserta seminar menjadi semakin berwawasan dan tertarik untuk menciptakan karya tulis ilmiah.

Nantikan terus kegiatan pengembangan diri yang diadakan oleh prodi Ilmu Lingkungan, karena setiap seminar yang diadakan selalu memberikan pengetahuan dan wawasan baru bagi masyarakat umum, khususnya bagi mahasiswa. Semoga bermanfaat 🙂

 

Akbar Maulana

Belajar konservasi di Pegunungan Karst Kendeng Utara

Holla sobat enviromentalist! Dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Dosen dan Mahasiswa Ilmu Lingkungan kembali melaksanakan penelitian dan pengabdian masyarakat. Kegiatan ini diinisiasi oleh para Dosen  Ilmu Lingkungan yang bertujuan untuk melakukan sebuah penelitian dan pengabdian masyarakat serta tidak lupa melibatkan partisipasi Mahasiswa Ilmu Lingkungan. Di mana dalam kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 18 Mei 2021 dan berakhir pada Kamis, 20 Mei 2021. Kegiatan ini berlokasi di daerah Rembang, Jawa Tengah.

Tim dari Ilmu Lingkungan terbagi menjadi dua tim, yaitu tim penelitian dan tim pengabdian masyarakat. Tim penelitian dari dosen beranggotakan Dr. Prabang Setyono S.Si., M.Si., Sapta Suhardono S.Pd., M.Sc., Hashfi Hawali Abdul Mattin S.T., M.Ling. dan Siti Rachmawati S.ST., M.Si. Sedangkan dari mahasiswa beranggotakan Haidar Abdu Zaky, Rifvanda Helmi, Syariffudin Mahfudh Yudhanto dan Dhimas Prayogo. Selain itu, terdapat tim pengabdian masyarakat, yang dari Dosen beranggotakan Lia Kusumaningrum S.Hut., M.Sc., Seviana Rinawati SKM, M.Si., dan Dr. Prabang Setyono S.Si., M.Si serta dari mahasiswa beranggotakan Fadil Latiffudin, Muchammad Sholiqin, Muhammad Firdaus Wiraatmaja dan Daniel Surya Wijaya.

Kegiatan penelitian berlangsung di daerah Pegunungan Karst Kendeng Utara, tepatnya di Goa Rambut Dukuh Sawah, Desa Gading, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Goa Rambut termasuk ke dalam kawasan karst Watuputih yang berlokasi sekitar 300 m dari Kawasan Wisata Air Sumber Semen. Tim peneliti yang tergabung dosen dan mahasiswa melakukan observasi dan pengambilan sampel di luar maupun di dalam goa. Observasi dan pengambilan sampel ini bertujuan untuk menginventarisasi biodiversitas (keanekaragaman hayati) dan menguji kualitas air yang bersumber di dalam goa.

Biodiversitas Goa Rambut terhitung dalam kategori tinggi. Hal ini didukung dengan ditemukannya beberapa spesies fauna yang ada di dalam Goa Rambut dan beberapa flora atau vegetasi yang di sekitar goa. Fauna yang ditemukan tim peneliti berupa beberapa jenis kelelawar, siput, tokek hutan, belalang kayu, beberapa jenis ikan, kepiting, belut, udang, beberapa jenis serangga seperti semut, kecoa, dan laba-laba. Sedangkan vegetasi yang ditemukan di sekitar goa yaitu berupa pohon jati, Bauhinia scandens, Palem Kuning, mahoni, suweg dan Drypetes littoralis. Sedangkan kualitas sumber air goa menggunakan alat uji kualitas air Horiba yang terdapat beberapa parameter. Hasil dari pengukuran bahwa kualitas sumber air di dalam goa masih bagus dan tidak terdapat zat/polutan pencemar di badan air.

Selain itu, tim pengabdian masyarakat juga melaksanakan observasi dan pengambilan data. Dimana pengabdian masyarakat bertujuan dalam pemetaan lokasi dan pengambilan data untuk pengembangan potensi ekowisata yang berlokasi di Sumber Mata Air Mudhal. Sumber mata air ini berlokasi di Dusun Mudhal, Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang. Akses menuju mata air tersebut termasuk mudah karena tidak terlalu jauh dari jalan raya dan akses jalannya sudah beraspal. Kawasan sumber mata air ini memiliki tiga sumber utama dan hanya dua saja yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan PDAM. Mata Air Mudal merupakan sumber air bagi PDAM Kabupaten Rembang yang mempunyai hulu di Pegunungan Lasem. Selain digunakan sebagai sumber air PDAM, mata air ini juga digunakan oleh masyarakat setempat untuk keperluan mandi dan mencuci.

Obeservasi dan pengambilan data berupa flora/vegetasi di sekitar sumber mata air dan fauna di dalam sumber mata air. Di kolam utama dan kolam kecil di dekat pintu masuk yang tidak boleh dimanfaatkan langsung oleh masyarakat seperti mencuci dan mandi memiliki beberapa spesies fauna seperti ikan dan reptile yang diisi oleh masyarakat setempat untuk menambah daya tarik wisata. Beberapa spesies fauna yang dapat ditemukan yaitu ikan koi, nila hitam, wader, nila merah, lele albino, lele lokal, mujair, tawes, tombro, patin, ikan gabus dan beberapa ekor kura-kura. Sedangkan vegetasi yang dapat ditemukan di sekitar sumber mata air yaitu pohon sawo kecik, beringin, mahoni, mangga, teki ladang, black locust, jati, pisang, alpukat, belimbing, kucing galak, terong, mengkudu, trembesi, kepel, suplir dan cuwing.

Menurut penuturan masyarakat sekitar, debit mata air Mudhal mengalami penurunan dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Jika pada musim kemarau hanya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar untuk beberapa bulan saja. Dengan adanya fenomena tersebut, masyarakat berinisiatif untuk melakukan konservasi dengan bertujuan melindungi dan melestarikan mata air Mudhal. Menurunnya debit mata air dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti kebutuhan air yang meningkat seiring dengan pertambahan penduduk dan kurangnya kepedulian oknum masyarakat sekitar dengan lingkungan sehingga dapat berpengaruh terhadap kuantitas dan kualitas sumber mata air. Partisipasi konservasi masyarakat berupa menanam vegetasi di sekitar kawasan mata air, menempatkan beberapa jenis ikan di mata air, mempunyai peraturan yang ditujukan kepada warga dan pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan dan tidak mengambil ikan di mata air. Selain itu, warga sekitar juga menerima bibit tanaman dari PLTU Sluke Rembang sebagai program Corporate Social Responbility (CSR) untuk pelestarian lingkungan.

Haidar Abdu Zaky

Webinar Ecosystem Restoration sebagai peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Hari Lingkungan Hidup Sedunia setiap tahunnya diperingati pada tanggal 5 Juni. Dalam menyambut Hari Lingkungan Hidup yang ke 47 di tahun 2021 ini, Ilmu Lingkungan Universitas Sebelas Maret ikut serta menyambutnya dengan menyelenggarakan Webinar yang berjudul Ecosystem Restoration sesuai dengan tema HLH 2021 yang telah ditetapkan. Webinar Ecosystem Restoration diselenggarakan pada hari Sabtu, 5 Juni 2021, menghadirkan pembicara yaitu Dr. Prabang Setyono, M.Si., C.EIA., Ir., IPM selaku Kaprodi S1 Ilmu Lingkungan UNS dan Ketua Ikatan Ahli Lingkungan Seluruh Indonesia, dengan mengangkat tema “Falsifikasi Manajemen Lingkungan di Era Covid 19”. Peserta webinar tersebut kurang lebih sebanyak 150 peserta yang terdiri dari mahasiswa Ilmu Lingkungan UNS dan juga peserta umum.

 

Ecosystem Restoration merupakan suatu solusi dalam mencegah, menghentikan, dan untuk dapat mengembalikan degradasi ekosistem yang sudah terjadi di seluruh dunia. Dalam mengembalikan kondisi ekosistem dan lingkungan dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan positif dengan tetap merawat dan menjaga alam serta lingkungan. Menurut Menteri Siti Nurbaya, restorasi ekosistem dapat menjadi salah satu solusi untuk menangani krisis lingkungan saat ini dan juga dapat membantu pemulihan ekonomi dari pandemi dengan menciptakan lebih banyak lapangan kerja. Tema Restorasi Ekosistem sesuai dengan langkah tujuan Indonesia dalam pengelolaan lingkungan dan kehutanan, seperti restorasi, rehabilitasi hutan dan kawasan guna mendukung upaya mengatasi krisis perubahan iklim, serta melakukan pengelolaan terhadap konservasi dan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.

 

Akan tetapi, didalam proses restorasi ekosistem sendiri sering terjadi falsifikasi. Seiring dengan perkembangan zaman, permasalahan lingkungan semakin kompleks. Kita mengenal dua istilah, yakni build forward better dan build back better. Selain itu, kita mengenal juga istilah falsifikasi yang berkaitan erat dengan teori Popper, dimana sebuah  teori bisa dipatahkan dengan bukti empiris agar ilmu pengetahuan tidak hanya sekedar mitos.  Falsifikasi merupakan modifikasi sesuatu yang sudah ada baik perubahan, penambahan, pengurangan untuk mencapai tujuan atau keuntungan. Adanya falsifikasi tidak harus selalu mengarah ke hal negatif, hal tetsebut dapat merubah perlahan paradigma dari egosentris menjadi ekosentris. Menurut Cogito Ergosum, Filosofi Descrates yaitu egosentris (berpikir reaktif/induktif) ke ekosentris (berpikir reflektif/deduktif). Ekosentris berpikir dengan pola pikir nilai tambah lingkungan, pola pikir keseimbangan, pola pikir keberlanjutan, dan pola pikir memelihara dan memperbaiki. Keberlanjutan dalam membahas tiga dimensi keberlanjutan secara individual dan sinergis yaitu :

  1. Pengelolaan lingkungan, melalui minimalisasi dampak terhadap alam oleh perusahaan.
  2. Pembangunan manusia, melalui pengurangan risiko terhadap orang dan komunitas dari perusahaan dan mendukung perkembangan mereka.
  3. Efisiensi produksi, melalui peningkatan penggunaan sumber daya alam secara produktif oleh perusahaan.

Pola keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam yang saling keterkaitan (5K) diantaranya yaitu kontinuitas dalam menjamin pemanfaatannya, kuantitas dalam menjamin ketersediaannya, serta kualitas dalam menjamin peruntukannya, yang terikat dalam kolaborasi dan keterjangkauan antara aksebilitas dan sumber daya alam oleh masyarakat. Terdapat beberapa perangkat manajemen lingkungan yaitu

  1. Tingkat Nasional/Kabupaten, terdiri dari kebijakan lingkungan, market based instrument, teknologi, PROPER, peraturan perundangan, Good Environmental Governance, dan kepedulian konsumen.
  2. Tingkat ekosistem, terdiri dari program DAS kritis, PROKASIH, Pantai dan laut lestari, keanekaragaman ekosistem, Adipura, serta langit biru.
  3. Tingkat project, terdiri dari AMDAL, ISO 14000, Eko label, Audit, Cleaner Prod, dan UKL-UPL.

Model baru dalam proses Kebijakan Lingkungan sebagai Sistem yakni saling keterkaitan antara falsifikasi lingkungan 1 (perumusan kebijakan), falsifikasi lingkungan 2 (implementasi kebijakan), dan falsifikasi lingkungan 3 (evaluasi kebijakan). Environmental policy making atau kebijakan lingkungan yang merupakan suatu komitmen organisasi atau pemerintah terhadap undang-undang, peraturan, dan mekanisme kebijakan lainnya terkait masalah lingkungan. Kriteria dalam menilai kebijakan lingkungan yaitu efisiensi, efektivitas, equity, equality, public participation, freedom, predictability, dan procedural faimess.

Herlina Noor A

Kebutuhan Air Berkelanjutan

Dibumi adalah salah satu planet ditata surya yang memiliki kehidupan didalamnya. Kehidupan dibumi meliputi organisme-organisme baik mikroorganisme maupun makroorganisme. Habitat organisme dibumi meliputi daratan dan perairan. Organisme atau makhluk hidup sangat membutuhkan komponen abiotik dialam untuk kehidupannya. Salah satu komponen abiotik yang sangat dibutuhkan yaitu air. Air merupakan komponen abiotik yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup dimanapun habitatnya dibumi. Keberadaan air juga akan menciptakan ekosistem seperti ekosistem sungai, ekosistem danau, ekosistem rawa, ekosistem laut, serta ekosistem yang berada disekitar air. Ekosistem – ekosistem itu disebut dengan ekosistem akuatik (perairan). Ekosistem akuatik merupakan ekosistem terbesar yang berada dibumi, karena hampir 70% permukaan bumi ditutupi oleh air. Itu berarti hanya 30% bagian dibumi merupakan daratan. Inilah yang menimbulkan istilah bumi menjadi planet biru di tata surya.
Namun di bumi, hampir 97% air dibumi merupakan air laut, sehingga ekosistem laut (maritim) merupakan ekosistem terbesar di permukaan bumi. Air laut adalah perairan dibumi yang memiliki kandungan garam (salinitas) yang sangat tinggi, sehingga tidak bisa digunakan dan dimanfaatkan secara langsung. Air tawar merupakan air yang memiliki kandungan garam (salinitas) yang sangat kecil sehingga air di perairan tawar cenderung terasa hambar, tawar dan tidak asin. Air tawar yang ada di bumi hanya terdiri dari 3% saja. Itupun juga dibagi menjadi 69% dibekukan oleh es dan gletser, 30% lainnya berada didalam tanah, 0,26% air tawar berada dipermukaan bumi (danau air tawar dan sungai, dan bendungan air tawar lainnya), serta 0,001% air tawar berada diatmosfer. Sehingga air yang dapat digunakan oleh organisme yang berada dibumi tidak lebih dari 3% dari seluruh debit air dibumi.
Fungsi dan Manfaat Air Bagi Alam
Air sangat berharga bagi semua komponen lingkungan, baik komponen abiotik dan komponen biotik. Air memiliki banyak manfaat bagi alam, diantaranya yaitu air digunakan untuk kehidupan organisme dialam, yaitu digunakan untuk minum maupun habitat hidupnya. Seperti seekor atau segerombolan kerbau yang mencari air disungai untuk minum. Minum air dapat menjalankan metabolisme dan menghilangkan dehidrasi dalam tubuh. Air juga berfungsi untuk membentuk tubuh dan menjaga tubuh organisme khususnya manusia. Karena tubuh manusia terdiri dari 80% air. Organ tubuh manusia juga mempunyai kandungan air yang banyak sehingga hampir semua organ tubuh manusia berair. Air juga akan menjalakan fungsi organ tubuh pada organisme, karena tanpa air, metabolisme dan sistem organ lainnya akan terhalang dan menjadi rusak. Air juga menjadi habitat bagi organisme air seperti ikan, udang, ubur-ubur, dan organisme air lainnya. Air juga akan menentukan habitat dari kehidupan organisme. Kadar air pada tanah akan membuat tanah memiliki kadar kelembapan yang pas untuk organisme-organisme tanah, seperti cacing tanah, anthropoda tanah, dan hewan-hewan yang hidup didalam tanah lainnya. Namun kelembapan tanah tidak hanya mempengaruhi kehidupan hewan-hewan dibawah tanah saja. Yang paling membutuhkan kandungan air didalam tanah yaitu tumbuhan yang digunakannya untuk tumbuh dan berkembangnya. Tumbuhan memerlukan air untuk memproduksi makanannya. Cara tumbuhan untuk memprouksi makanannya yaitu dengan cara melakukan fotosintesis. Fotosintesis sangat membutuhkan air dalam penerapannya. Air digunakan sebagai bahan untuk memproduksi makanannya. Proses fotosintesis ini akan menghasilkan glukosa dan oksigen yang bermanfaat bagi organisme lainnya. Oksigen dimanfaatkan organisme untuk bernafas, sedangkan glukosa digunakan organisme sebagai sumber energi untuk melakukan beberapa fungsi organ pada makhluk hidup dan menjadi tenaga untuk menerapkannya. Fotosintesis membutuhkan cahaya matahari untuk membantu dalam pelaksanaannya. Cahaya matahari akan merangsang tumbuhan sehingga tumbuhan akan mencari dan menyerap air dan nutrisi tanah agar dapat digunakan sebagai bahan fotosintesis. Sehingga tumbuhan berperan sebagai produsen alam, karena menjadi sumber makanan bagi organisme lain serta menghasilkan oksigen dan komponen yang berarti bagi makhluk hidup lainnya. Tumbuhan juga mengubah komponen anorganik yang berasal dari dekomposer (pengurai) menjadi komponen organik yang mana komponen itu akan lebih mudah dicerna oleh organisme-organisme lainnya. Namun semua kegiatan pada tumbuhan sangat dipengaruhi oleh air. Hewan – hewan yang hidup diatas permukaan tanah juga memerlukan air untuk minum, seperti kerbau yang meminum air disungai. Meminum air bertujuan agar dapat menjalankan sistem organ pada hewan maupun organisme yang hidup. Sehingga keberadaan air juga mempengaruhi kehidupan organisme yang ada di ekosistem teresterial sehingga sifat air sangat vital karena digunakan oleh semua makhluk hidup.
Solusi dan Implementasi Konservasi Air Akan Ketersediaan Air Bersih di Indonesia
Namun sekarang keberadaan air bersih sangat sulit dijumpai, khususnya di Indonesia. Hal ini karena banyaknya masyarakat yang membuang sampah di sumber mata air, aliran air dan tampungan air yang dapat membuat air-air disitu menjadi tercemar. Air yang tercemar akan mengakibatkan timbulnya penyakit bagi makhluk hidup, kamatian organisme dialam yang mengakibatkan kepunahan spesies, maupun timbulnya berbagai macam bencana alam seperti banjir, erosi, tanah longsor, dan juga kekeringan. Air yang tercemar juga akan mengakibatkan bencana kekurangan pangan bagi organisme karena sumber pangan berasal dari produsen (tumbuhan) yang jelas membutuhkan air. Bencana-bencana tersebut akan mengakibatkan beberapa krisis kehidupan makhluk hidup dibumi, khususnya manusia seperti krisis ekonomi, serta krisis sosial dan budaya. Sehingga kehidupan ekosistem makhluk hidup dibumi menjadi terganggu dan rusak. Untuk itu dibutuhkan salah satu penjagaan dan pengelolaan salah satu sumber daya alam yang vital pada saat ini. Penjagaan dan pengelolaan sumber daya air dimaksudkan agar dapat menjaga dan melestarikan keberadaan dan kualitas pada air, sehingga dapat digunakan pada kehidupan yang berkelanjutan. Upaya agar dapat menjaga dan melestarikan ketersediaan dan kualitas air bersih, yaitu dengan cara :
1. Selektif dalam memilih produk, yaitu dengan cara menggunakan produk teknologi yang menggunakan air secara hemat seperti mesin cuci yang hemat listrik dan hemat penggunaan air.
2. Meningkatkan pelestarian dan perlindungan terhadap sumber daya air, seperti pemberian tanda dilarang membuang sampah dialiran air (sungai dan parit), penampungan air (waduk dan danau), dan sumber mata air, serta pengecekan dan pemberdayaan air agar kualitas air tetap terjaga baik.
3. Melaksanakan program hemat air di lingkungan sekitar agar penggunakan air tetap efisien dan menjaga ketersediaan sumber daya air yaitu menggunakan air secukupnya, tidak berlebihan dan sesuai kebutuhan seperti minum, memasak, mencuci, dan mandi
4. Membuat penampungan air seperti waduk, dam, dan embung agar dapat menjaga keberadaan air untuk memenuhi kebutuhan hidup, terlebih saat musim kemarau sehingga tidak terjadi kelangkaan air dan kekeringan didaerah tersebut.
5. Membentuk lembaga atau organisasi yang mengurusi dan mengatur sumber daya air agar dapat menjaga kualitas dan keberadaan air bersih. Lembaga yang berwenang dapat memberikan sanksi dan hukuman bagi siapapun yang mengotori atau merusak kualitas air dan mennghabiskan air untuk kebutuhan yang tidak berguna. Sanksi yang diberlakukan harus benar-benar bersifat jelas dan tegas sehingga pelaku akan merasa jera dan tidak mengulangi kesalahannya lagi.
6. Menentukan tarif mahal penggunaan air bagi masyarakat yang bersikap boros air. Hal ini dimaksudkan agar para pemboros air akan merasa jera dan tidak mengulangi sikap boros air. Dengan begitu keberadaan dan kualitas air tetap terjaga sehingga dapat digunakan dalam kehidupan berkelanjutan.
7. Menciptakan teknologi yang dapat mendaur ulang air. Mendaur ulang air ini dimaksudkan agar air yang memiliki kualitas buruk agar menjadi aman untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
8. Meminimalisir penggunaan air bersih. Cara yeng tepat yaitu membuat progam yang dapat manggunakan air secukupnya. Penggunaan air secukupnya akan menjaga keberadaan air bersih. Hal ini karena keberadaan air bersih sudah mulai langka di beberapa tempat di Indonesia.
9. Menjaga ekosistem hutan yaitu dengan cara menjaga dan merawat hutan. Hutan merupakan salah satu ekosistem dengan keberagaman hayati yang sangat tinggi. Hutan memiliki banyak sekali spesies tumbuhan yang berada didalamnya. Tumbuhan dapat berperan penting untuk menjaga ketersediaan air yang mana sangat dibutuhkan oleh organisme-organime dihutan maupun diluar hutan. Cara tumbuhan untuk menjaga ketersediaan air yaitu dengan cara menyimpannya dibagian batang, akar, maupun daun pada tumbuhan tersebut. Tumbuhan berpohon sangat berperan penting dalam penjagaan keberadaan air didalam tanah. Hal ini kerena akar pada pohon mampu menahan air yang berada ditanah. Ketersediaan air didalam tanah dan tumbuhan juga akan menambah kelembapan didalam hutan, sehingga sangat cocok digunakan untuk hidup bagi organisme-orgaisme dalam hutan. Sehingga dilain sisi menjaga keberadaan dan ketersediaan air yang dapat digunakan dalam kehidupan, menjaga ekosistem hutan juga akan menjaga populasi spesies-spesies dalam hutan sehingga keanekaragaman hayati dihutan tersebut sengat tinggi dan tidak terjadi kematian masal yang mengakibatkan kepunahan spesies.
10. Menampung dan mengelola limbah pabrik maupun domestik. Hal ini dimaksudkan agar pada aliran, penampungan dan sumber mata air tidak tercemar. Pencemaran pada air akan mengakibatkan kelangkaan air bersih dialam dan menyebabkan dehidrasi pada makhluk hidup yang berujung pada kematian spesies. Cara pengelolaan limbah pabrik dan domestik yaitu dengan cara menampungnya kedalam tampungan khusus untuk limbah. Setelah itu limbah disaring berdasarkan besar kecilnya partikel. Lalu membuat teknologi yang dapat membuat limbah tersebut dapat digunakan kembali dan aman dibuang. Apabila limbah benar-benar sudah tidak dapat diolah lagi, maka dibutuhkan pihak ketiga dalam pengelolaan limbah pabrik maupun limbah domestik sehingga dapat digunakan limbah tersebut dapat digunakan lagi dan mengurangi jumlah sampah yang ada dilingkungan.
11. Tidak membuang sampah atau limbah disungai. Aliran sungai merupakan aliran air yang memiliki debit yang sangat banyak sehingga dapat digunakan dalam kehidupan organisme-organisme. Kehidupan organisme pasti sangat membutuhkan air. Membuang sampah atau limbah kesungai, maka akan membuat air disungai beracun dan menurunkan kualitas air. Air yang beracun dapat menyebabkan kematian bagi berbagai macam spesies baik didarat maupun diair, karena semua organisme membutuhkan air. Dengan tidak membuang sampak atau limbah ke sungai akan menjaga ketersediaan air bersih. Selain itu, tidak membuang sampah disungai juga dapat menjaga ekosistem yang berada diarea sekitar sungai sehingga tidak menimbulkan kepunahan pada spesies.
12. Mengatur laju debit air pada suatu tempat (run-off water). Laju debit air yang tidak terkontrol akan mengakibatkan erosi dan sedimentasi. Hal ini dapat berdampak buruk pada kualitas dan ketersediaan air sehingga menurunkan ketersediaan air bersih yang ada.
13. Mencegah pencemaran air tanah, membuat biopori pada daerah perkotaan. Air tanah dapat digunakan sebagai cadangan air bersih yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Air tanah juga dapat tercemar akibat kurangnya penyerapan air ataupun limbah yang berada diatas permukaan tanah seperti minyak dan plastik. Penyerapan air pada tanah dapat berfungsi sebagai filter atau penyaring dari sampah-sampah yang berasal dari permukaan tanah. Namun tanah akan mengalami kejenuhan dalam menyerap dan menyaring air sehingga dapat menghilangkan fungsi dan kandungan unsur hara dalam tanah. Tanah yang kehilangan fungsinya akan mengakibatkan tumbuhan mati dan tanah tersebut tidak dapat ditanami oleh tumbuhan. Membuat biopori merupakan cara yang tepat agar dapat melindungi fungsi tanah dan menjaga ketersediaan air didalam tanah. Hal ini dapat terjadi karena biopori terdiri dari lubang dan sampah organik didalamnya yang akan menampung dan menyaring air dalam tanah sehingga ketersediaan dan kualitas air dalam tanah menjadi terjaga, yang dapat digunakan saat musim kemarau tiba.
14. Membuat sumur resapan air hujan agar mempunyai debit air yang cukup, yang dapat digunakan saat musim kemarau sehingga tidak terjadi kelangkaan air bersih.
Selain itu terdapat upaya yang tepat dilakukan yaitu dengan cara konservasi pada sumber mata air. Dengan upaya konservasi yang dilakukan untuk melestarikan lingkungan namun tetap memperhatikan manfaat yang didapat, sumber daya alam ini dapat selalu ada dan bertahan pada setiap komponen lingkungan untuk dimanfaatkan di masa mendatang. Pengelolaan sumber daya alam secara bijak juga akan menjamin ketersediaan, meningkatkan kualitas, serta terpelihara keanekaragaman dan nilainya yang terkandung didalamnya. Sehingga konservasi sumber daya air adalah upaya mengelola sumber daya air yang dilakukan secara bijak dengan memperhatikan manfaat yang didapat serta mempertahankan komponen penyusunnya agar keberadaannya tetap ada yang dapat dinikmati di masa mendatang.
Melakukan konservasi air memiliki tujuan yang bermanfaat bagi kehidupan makhluk hidup yaitu menjaga ketersediaannya, menjaga keseimbangan, menjaga kemampuan sumber mata air, mencegah kerugian akibat campur tangan manusia, mencegah timbulnya bencana banjir dan kekeringan, mencegah erosi tanah dan sedimentasi, serta dapat dimanfaatkan di kehidupan berkelanjutan. Dalam melakukan konservasi air terdapat tiga metode yaitu metode agronomis, metode mekanis, dan metode kimiawi.
1. Konservasi air dengan metode agronomis adalah upaya yang dilakukan dengan menggunakan tanaman atau tumbuhan dan juga sisa dari tanaman untuk mengurangi laju dari erosi. Metode ini merupakan metode yang paling mudah dan murah, karena hanya menggunakan tanaman penutup tanah yang berasal dari alam dan tidak membutuhkan alat-alat belebihan, sehingga tidak membutuhkan biaya yang mahal dan sangat ramah lingkungan karena menggunakan komponen organik. Metode ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu dengan cara menanam tumbuhan penutup tanah, penanaman secara bergilir, serta menerapkan sistem pertanian hutan.
2. Konservasi air dengan metode mekanis yaitu upaya yang dilakukan secara mekanis harus berhubungan erat dengan tanah, maka juga sering disebut juga sebagai konservasi tanah dan air secara mekanis. Beberapa contoh cara yang dapat dilakukan dengan metode ini adalah mengelola tanah menurut garis kontur, membuat saluran air, serta membuat dam atau tampungan air pengendali (Dam Check).
3. Konservasi air dengan metode kimiawi yaitu upaya untuk memperbaiki kemantapan dari struktur tanah dengan memberikan preparat kimia atau yang sering disebut dengan soil conditioner. Beberapa contoh cara koservasi air dengan metode kimiawi yaitu dengan cara memakainya di permukaan tanah yaitu dengan soil conditioner tadi di campur dengan air agar encer yang kemudian dituangkan di atas permukaan tanah, kedua dengan cara dicampur dengan maksud sama seperti cara sebelumnya yaitu dengan diencerkan terlebih dahulu yang kemudian diaduk bersama tanah, serta dengan memasukkan soil conditioner tersebut ke dalam lubang yang dipersiapkan untuk ditanami tanaman.
Namun dalam penerapannya, konservasi sumber daya air harus membutuhkan metode yang benar. Apabila dilakukan dengan metode yang salah, maka juga akan mengakibatkan kerusakan, penurunan kualitas air, dan kelangkaan kesediaan air. Oleh karena itu sebelum melakukan metode dalam konservasi sumber daya air, dibutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tepat. Air merupakan sumber daya alam yang vital dan sangat dibutuhkan oleh semua makhluk hidup, tanpa kecuali manusia. Bagi hewan dan tumbuhan, air sangat berperan dalam kehidupannya seperti untuk minum, sebagai bahan berfotosintesis bagi tumbuhan, serta sebagai habitat bagi hewan dan tumbuhan air. Bagi manusia, air digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia seperti minum, memasak, mencuci, dan mandi. Dari banyaknya fungsi dan manfaat air bagi makhluk hidup, maka harus dilakukannya konservasi pada sumber daya air agar dapat dimanfaatkan pada kehidupan berkelanjutan. Melakukan konservasi air yang baik dan tepat akan menjaga kualitas dan ketersediaan pada air, sehingga penggunaan air dapat digunakan untuk kehidupan saat ini hingga kehidupan dimasa depan.

Rifvanda Helmi.