• Telp: (0271) 669376
  • s1ilmulingkungan@mipa.uns.ac.id

Kebutuhan Air Berkelanjutan

Kebutuhan Air Berkelanjutan

Dibumi adalah salah satu planet ditata surya yang memiliki kehidupan didalamnya. Kehidupan dibumi meliputi organisme-organisme baik mikroorganisme maupun makroorganisme. Habitat organisme dibumi meliputi daratan dan perairan. Organisme atau makhluk hidup sangat membutuhkan komponen abiotik dialam untuk kehidupannya. Salah satu komponen abiotik yang sangat dibutuhkan yaitu air. Air merupakan komponen abiotik yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup dimanapun habitatnya dibumi. Keberadaan air juga akan menciptakan ekosistem seperti ekosistem sungai, ekosistem danau, ekosistem rawa, ekosistem laut, serta ekosistem yang berada disekitar air. Ekosistem – ekosistem itu disebut dengan ekosistem akuatik (perairan). Ekosistem akuatik merupakan ekosistem terbesar yang berada dibumi, karena hampir 70% permukaan bumi ditutupi oleh air. Itu berarti hanya 30% bagian dibumi merupakan daratan. Inilah yang menimbulkan istilah bumi menjadi planet biru di tata surya.
Namun di bumi, hampir 97% air dibumi merupakan air laut, sehingga ekosistem laut (maritim) merupakan ekosistem terbesar di permukaan bumi. Air laut adalah perairan dibumi yang memiliki kandungan garam (salinitas) yang sangat tinggi, sehingga tidak bisa digunakan dan dimanfaatkan secara langsung. Air tawar merupakan air yang memiliki kandungan garam (salinitas) yang sangat kecil sehingga air di perairan tawar cenderung terasa hambar, tawar dan tidak asin. Air tawar yang ada di bumi hanya terdiri dari 3% saja. Itupun juga dibagi menjadi 69% dibekukan oleh es dan gletser, 30% lainnya berada didalam tanah, 0,26% air tawar berada dipermukaan bumi (danau air tawar dan sungai, dan bendungan air tawar lainnya), serta 0,001% air tawar berada diatmosfer. Sehingga air yang dapat digunakan oleh organisme yang berada dibumi tidak lebih dari 3% dari seluruh debit air dibumi.
Fungsi dan Manfaat Air Bagi Alam
Air sangat berharga bagi semua komponen lingkungan, baik komponen abiotik dan komponen biotik. Air memiliki banyak manfaat bagi alam, diantaranya yaitu air digunakan untuk kehidupan organisme dialam, yaitu digunakan untuk minum maupun habitat hidupnya. Seperti seekor atau segerombolan kerbau yang mencari air disungai untuk minum. Minum air dapat menjalankan metabolisme dan menghilangkan dehidrasi dalam tubuh. Air juga berfungsi untuk membentuk tubuh dan menjaga tubuh organisme khususnya manusia. Karena tubuh manusia terdiri dari 80% air. Organ tubuh manusia juga mempunyai kandungan air yang banyak sehingga hampir semua organ tubuh manusia berair. Air juga akan menjalakan fungsi organ tubuh pada organisme, karena tanpa air, metabolisme dan sistem organ lainnya akan terhalang dan menjadi rusak. Air juga menjadi habitat bagi organisme air seperti ikan, udang, ubur-ubur, dan organisme air lainnya. Air juga akan menentukan habitat dari kehidupan organisme. Kadar air pada tanah akan membuat tanah memiliki kadar kelembapan yang pas untuk organisme-organisme tanah, seperti cacing tanah, anthropoda tanah, dan hewan-hewan yang hidup didalam tanah lainnya. Namun kelembapan tanah tidak hanya mempengaruhi kehidupan hewan-hewan dibawah tanah saja. Yang paling membutuhkan kandungan air didalam tanah yaitu tumbuhan yang digunakannya untuk tumbuh dan berkembangnya. Tumbuhan memerlukan air untuk memproduksi makanannya. Cara tumbuhan untuk memprouksi makanannya yaitu dengan cara melakukan fotosintesis. Fotosintesis sangat membutuhkan air dalam penerapannya. Air digunakan sebagai bahan untuk memproduksi makanannya. Proses fotosintesis ini akan menghasilkan glukosa dan oksigen yang bermanfaat bagi organisme lainnya. Oksigen dimanfaatkan organisme untuk bernafas, sedangkan glukosa digunakan organisme sebagai sumber energi untuk melakukan beberapa fungsi organ pada makhluk hidup dan menjadi tenaga untuk menerapkannya. Fotosintesis membutuhkan cahaya matahari untuk membantu dalam pelaksanaannya. Cahaya matahari akan merangsang tumbuhan sehingga tumbuhan akan mencari dan menyerap air dan nutrisi tanah agar dapat digunakan sebagai bahan fotosintesis. Sehingga tumbuhan berperan sebagai produsen alam, karena menjadi sumber makanan bagi organisme lain serta menghasilkan oksigen dan komponen yang berarti bagi makhluk hidup lainnya. Tumbuhan juga mengubah komponen anorganik yang berasal dari dekomposer (pengurai) menjadi komponen organik yang mana komponen itu akan lebih mudah dicerna oleh organisme-organisme lainnya. Namun semua kegiatan pada tumbuhan sangat dipengaruhi oleh air. Hewan – hewan yang hidup diatas permukaan tanah juga memerlukan air untuk minum, seperti kerbau yang meminum air disungai. Meminum air bertujuan agar dapat menjalankan sistem organ pada hewan maupun organisme yang hidup. Sehingga keberadaan air juga mempengaruhi kehidupan organisme yang ada di ekosistem teresterial sehingga sifat air sangat vital karena digunakan oleh semua makhluk hidup.
Solusi dan Implementasi Konservasi Air Akan Ketersediaan Air Bersih di Indonesia
Namun sekarang keberadaan air bersih sangat sulit dijumpai, khususnya di Indonesia. Hal ini karena banyaknya masyarakat yang membuang sampah di sumber mata air, aliran air dan tampungan air yang dapat membuat air-air disitu menjadi tercemar. Air yang tercemar akan mengakibatkan timbulnya penyakit bagi makhluk hidup, kamatian organisme dialam yang mengakibatkan kepunahan spesies, maupun timbulnya berbagai macam bencana alam seperti banjir, erosi, tanah longsor, dan juga kekeringan. Air yang tercemar juga akan mengakibatkan bencana kekurangan pangan bagi organisme karena sumber pangan berasal dari produsen (tumbuhan) yang jelas membutuhkan air. Bencana-bencana tersebut akan mengakibatkan beberapa krisis kehidupan makhluk hidup dibumi, khususnya manusia seperti krisis ekonomi, serta krisis sosial dan budaya. Sehingga kehidupan ekosistem makhluk hidup dibumi menjadi terganggu dan rusak. Untuk itu dibutuhkan salah satu penjagaan dan pengelolaan salah satu sumber daya alam yang vital pada saat ini. Penjagaan dan pengelolaan sumber daya air dimaksudkan agar dapat menjaga dan melestarikan keberadaan dan kualitas pada air, sehingga dapat digunakan pada kehidupan yang berkelanjutan. Upaya agar dapat menjaga dan melestarikan ketersediaan dan kualitas air bersih, yaitu dengan cara :
1. Selektif dalam memilih produk, yaitu dengan cara menggunakan produk teknologi yang menggunakan air secara hemat seperti mesin cuci yang hemat listrik dan hemat penggunaan air.
2. Meningkatkan pelestarian dan perlindungan terhadap sumber daya air, seperti pemberian tanda dilarang membuang sampah dialiran air (sungai dan parit), penampungan air (waduk dan danau), dan sumber mata air, serta pengecekan dan pemberdayaan air agar kualitas air tetap terjaga baik.
3. Melaksanakan program hemat air di lingkungan sekitar agar penggunakan air tetap efisien dan menjaga ketersediaan sumber daya air yaitu menggunakan air secukupnya, tidak berlebihan dan sesuai kebutuhan seperti minum, memasak, mencuci, dan mandi
4. Membuat penampungan air seperti waduk, dam, dan embung agar dapat menjaga keberadaan air untuk memenuhi kebutuhan hidup, terlebih saat musim kemarau sehingga tidak terjadi kelangkaan air dan kekeringan didaerah tersebut.
5. Membentuk lembaga atau organisasi yang mengurusi dan mengatur sumber daya air agar dapat menjaga kualitas dan keberadaan air bersih. Lembaga yang berwenang dapat memberikan sanksi dan hukuman bagi siapapun yang mengotori atau merusak kualitas air dan mennghabiskan air untuk kebutuhan yang tidak berguna. Sanksi yang diberlakukan harus benar-benar bersifat jelas dan tegas sehingga pelaku akan merasa jera dan tidak mengulangi kesalahannya lagi.
6. Menentukan tarif mahal penggunaan air bagi masyarakat yang bersikap boros air. Hal ini dimaksudkan agar para pemboros air akan merasa jera dan tidak mengulangi sikap boros air. Dengan begitu keberadaan dan kualitas air tetap terjaga sehingga dapat digunakan dalam kehidupan berkelanjutan.
7. Menciptakan teknologi yang dapat mendaur ulang air. Mendaur ulang air ini dimaksudkan agar air yang memiliki kualitas buruk agar menjadi aman untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
8. Meminimalisir penggunaan air bersih. Cara yeng tepat yaitu membuat progam yang dapat manggunakan air secukupnya. Penggunaan air secukupnya akan menjaga keberadaan air bersih. Hal ini karena keberadaan air bersih sudah mulai langka di beberapa tempat di Indonesia.
9. Menjaga ekosistem hutan yaitu dengan cara menjaga dan merawat hutan. Hutan merupakan salah satu ekosistem dengan keberagaman hayati yang sangat tinggi. Hutan memiliki banyak sekali spesies tumbuhan yang berada didalamnya. Tumbuhan dapat berperan penting untuk menjaga ketersediaan air yang mana sangat dibutuhkan oleh organisme-organime dihutan maupun diluar hutan. Cara tumbuhan untuk menjaga ketersediaan air yaitu dengan cara menyimpannya dibagian batang, akar, maupun daun pada tumbuhan tersebut. Tumbuhan berpohon sangat berperan penting dalam penjagaan keberadaan air didalam tanah. Hal ini kerena akar pada pohon mampu menahan air yang berada ditanah. Ketersediaan air didalam tanah dan tumbuhan juga akan menambah kelembapan didalam hutan, sehingga sangat cocok digunakan untuk hidup bagi organisme-orgaisme dalam hutan. Sehingga dilain sisi menjaga keberadaan dan ketersediaan air yang dapat digunakan dalam kehidupan, menjaga ekosistem hutan juga akan menjaga populasi spesies-spesies dalam hutan sehingga keanekaragaman hayati dihutan tersebut sengat tinggi dan tidak terjadi kematian masal yang mengakibatkan kepunahan spesies.
10. Menampung dan mengelola limbah pabrik maupun domestik. Hal ini dimaksudkan agar pada aliran, penampungan dan sumber mata air tidak tercemar. Pencemaran pada air akan mengakibatkan kelangkaan air bersih dialam dan menyebabkan dehidrasi pada makhluk hidup yang berujung pada kematian spesies. Cara pengelolaan limbah pabrik dan domestik yaitu dengan cara menampungnya kedalam tampungan khusus untuk limbah. Setelah itu limbah disaring berdasarkan besar kecilnya partikel. Lalu membuat teknologi yang dapat membuat limbah tersebut dapat digunakan kembali dan aman dibuang. Apabila limbah benar-benar sudah tidak dapat diolah lagi, maka dibutuhkan pihak ketiga dalam pengelolaan limbah pabrik maupun limbah domestik sehingga dapat digunakan limbah tersebut dapat digunakan lagi dan mengurangi jumlah sampah yang ada dilingkungan.
11. Tidak membuang sampah atau limbah disungai. Aliran sungai merupakan aliran air yang memiliki debit yang sangat banyak sehingga dapat digunakan dalam kehidupan organisme-organisme. Kehidupan organisme pasti sangat membutuhkan air. Membuang sampah atau limbah kesungai, maka akan membuat air disungai beracun dan menurunkan kualitas air. Air yang beracun dapat menyebabkan kematian bagi berbagai macam spesies baik didarat maupun diair, karena semua organisme membutuhkan air. Dengan tidak membuang sampak atau limbah ke sungai akan menjaga ketersediaan air bersih. Selain itu, tidak membuang sampah disungai juga dapat menjaga ekosistem yang berada diarea sekitar sungai sehingga tidak menimbulkan kepunahan pada spesies.
12. Mengatur laju debit air pada suatu tempat (run-off water). Laju debit air yang tidak terkontrol akan mengakibatkan erosi dan sedimentasi. Hal ini dapat berdampak buruk pada kualitas dan ketersediaan air sehingga menurunkan ketersediaan air bersih yang ada.
13. Mencegah pencemaran air tanah, membuat biopori pada daerah perkotaan. Air tanah dapat digunakan sebagai cadangan air bersih yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Air tanah juga dapat tercemar akibat kurangnya penyerapan air ataupun limbah yang berada diatas permukaan tanah seperti minyak dan plastik. Penyerapan air pada tanah dapat berfungsi sebagai filter atau penyaring dari sampah-sampah yang berasal dari permukaan tanah. Namun tanah akan mengalami kejenuhan dalam menyerap dan menyaring air sehingga dapat menghilangkan fungsi dan kandungan unsur hara dalam tanah. Tanah yang kehilangan fungsinya akan mengakibatkan tumbuhan mati dan tanah tersebut tidak dapat ditanami oleh tumbuhan. Membuat biopori merupakan cara yang tepat agar dapat melindungi fungsi tanah dan menjaga ketersediaan air didalam tanah. Hal ini dapat terjadi karena biopori terdiri dari lubang dan sampah organik didalamnya yang akan menampung dan menyaring air dalam tanah sehingga ketersediaan dan kualitas air dalam tanah menjadi terjaga, yang dapat digunakan saat musim kemarau tiba.
14. Membuat sumur resapan air hujan agar mempunyai debit air yang cukup, yang dapat digunakan saat musim kemarau sehingga tidak terjadi kelangkaan air bersih.
Selain itu terdapat upaya yang tepat dilakukan yaitu dengan cara konservasi pada sumber mata air. Dengan upaya konservasi yang dilakukan untuk melestarikan lingkungan namun tetap memperhatikan manfaat yang didapat, sumber daya alam ini dapat selalu ada dan bertahan pada setiap komponen lingkungan untuk dimanfaatkan di masa mendatang. Pengelolaan sumber daya alam secara bijak juga akan menjamin ketersediaan, meningkatkan kualitas, serta terpelihara keanekaragaman dan nilainya yang terkandung didalamnya. Sehingga konservasi sumber daya air adalah upaya mengelola sumber daya air yang dilakukan secara bijak dengan memperhatikan manfaat yang didapat serta mempertahankan komponen penyusunnya agar keberadaannya tetap ada yang dapat dinikmati di masa mendatang.
Melakukan konservasi air memiliki tujuan yang bermanfaat bagi kehidupan makhluk hidup yaitu menjaga ketersediaannya, menjaga keseimbangan, menjaga kemampuan sumber mata air, mencegah kerugian akibat campur tangan manusia, mencegah timbulnya bencana banjir dan kekeringan, mencegah erosi tanah dan sedimentasi, serta dapat dimanfaatkan di kehidupan berkelanjutan. Dalam melakukan konservasi air terdapat tiga metode yaitu metode agronomis, metode mekanis, dan metode kimiawi.
1. Konservasi air dengan metode agronomis adalah upaya yang dilakukan dengan menggunakan tanaman atau tumbuhan dan juga sisa dari tanaman untuk mengurangi laju dari erosi. Metode ini merupakan metode yang paling mudah dan murah, karena hanya menggunakan tanaman penutup tanah yang berasal dari alam dan tidak membutuhkan alat-alat belebihan, sehingga tidak membutuhkan biaya yang mahal dan sangat ramah lingkungan karena menggunakan komponen organik. Metode ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu dengan cara menanam tumbuhan penutup tanah, penanaman secara bergilir, serta menerapkan sistem pertanian hutan.
2. Konservasi air dengan metode mekanis yaitu upaya yang dilakukan secara mekanis harus berhubungan erat dengan tanah, maka juga sering disebut juga sebagai konservasi tanah dan air secara mekanis. Beberapa contoh cara yang dapat dilakukan dengan metode ini adalah mengelola tanah menurut garis kontur, membuat saluran air, serta membuat dam atau tampungan air pengendali (Dam Check).
3. Konservasi air dengan metode kimiawi yaitu upaya untuk memperbaiki kemantapan dari struktur tanah dengan memberikan preparat kimia atau yang sering disebut dengan soil conditioner. Beberapa contoh cara koservasi air dengan metode kimiawi yaitu dengan cara memakainya di permukaan tanah yaitu dengan soil conditioner tadi di campur dengan air agar encer yang kemudian dituangkan di atas permukaan tanah, kedua dengan cara dicampur dengan maksud sama seperti cara sebelumnya yaitu dengan diencerkan terlebih dahulu yang kemudian diaduk bersama tanah, serta dengan memasukkan soil conditioner tersebut ke dalam lubang yang dipersiapkan untuk ditanami tanaman.
Namun dalam penerapannya, konservasi sumber daya air harus membutuhkan metode yang benar. Apabila dilakukan dengan metode yang salah, maka juga akan mengakibatkan kerusakan, penurunan kualitas air, dan kelangkaan kesediaan air. Oleh karena itu sebelum melakukan metode dalam konservasi sumber daya air, dibutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tepat. Air merupakan sumber daya alam yang vital dan sangat dibutuhkan oleh semua makhluk hidup, tanpa kecuali manusia. Bagi hewan dan tumbuhan, air sangat berperan dalam kehidupannya seperti untuk minum, sebagai bahan berfotosintesis bagi tumbuhan, serta sebagai habitat bagi hewan dan tumbuhan air. Bagi manusia, air digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia seperti minum, memasak, mencuci, dan mandi. Dari banyaknya fungsi dan manfaat air bagi makhluk hidup, maka harus dilakukannya konservasi pada sumber daya air agar dapat dimanfaatkan pada kehidupan berkelanjutan. Melakukan konservasi air yang baik dan tepat akan menjaga kualitas dan ketersediaan pada air, sehingga penggunaan air dapat digunakan untuk kehidupan saat ini hingga kehidupan dimasa depan.

Rifvanda Helmi

ilmipa